Keluarga Alamanda

Icon

. cerita bunda . cerita keluarga mahayattika .

How Lucky You Are!!

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman dekatku mengirimkanku email, tanggapan atas berita diterimanya aku di pekerjaan yang aku inginkan, dia bilang kalau jalan hidupku ”lempeng dan mudah”.. Bukan hanya dia, juga mantan pimpinanku di organisasi kampus dulu juga takjub dengan banyaknya kemudahan-kemudahan yang Allah berikan. Bahkan “teman kecilku” yang selama ini mengikuti lika-liku kehidupanku, juga meng-iya-kan, bahwa aku ini “Wong Bejo”! Apa benar begitu? Kalo aku coba flashback, beberapa peristiwa besar dalam lembaran hidupku, memang penuh diwarnai dengan kemudahan-kemudahan.

2006052501_road_to_heaven.jpg

Dari ratusan peristiwa, dan ribuan lain yang tidak kusadari. Beberapa peristiwa di tahun-tahun terakhir yang paling kuingat. Ketika aku menyusun skripsi, di saat yang sama harus mengemban amanah menjadi pengurus di organisasi tingkat universitas. Padahal seumur-umur kuliah, aku merasa tidak pernah serius dan benar-benar “ngelmu”. Merasa belum punya basic concept yang cukup untuk bisa menulis skripsi. Pokoknya, ga PeDe sekali untuk memulai. Mau bahas tentang apa? Memang bahannya apa? Mulai dari mana? Halaaah…Pokoknya merasa “highly self-underestime”. Ternyata, aku “diberikan” pembimbing skripsi pilihan pertama (dari 5 dosen yang dipilih), yang punya proyek untuk dijadikan tugas akhir saya. Subhanallahnya, secara efektif, skripsi itu hitungannya cuma dikerjakan dalam 2 pekan! Sidangnya? Lancar maneh! Revisinya? Ga pake…

 

Jadilah aku ni Sarjana Teknik yang “kepagian”, karena short term-goal ku sebenernya (dengan berat hati) sudah di-set untuk lulus 5 tahun. Ternyata “kemudahan” Allah, memberikanku nikmat lulus lebih cepat setengah tahun. Abis lulus? Masih punya amanah di kampus yang berat sekali untuk ditinggalin, tak dinyana, tak disangka, pembimbingku ini “melamarku” untuk meneruskan proyeknya dan membantunya dalam tugas-tugasnya. Alhasil, lulus kampus aku langsung mendapat pekerjaan sesuai kompetensi, dapat penghasilan, tidak perlu meninggalkan amanah di tengah jalan, masih berada di lingkungan yang terjaga idealismenya (sambil menyiapkan diri), masih mungkin dapat akses informasi, termotivasi untuk terus belajar, dll. Belum lagi fasilitas-fasilitas yang diberikan padaku sebagai Asisten “Pribadi” dosen. Selain salary yang lumayan sebagai “really-fresh graduate”, aku diberikan ruangan terpisah di lab, dengan akses internet paling cepat di kampus, beban kerja yang fleksibel dan tidak berat, dan sekali lagi, lingkungan yang amat kondusif..

 

Maka nikmat Tuhanmu yang mana kah yang kamu dustakan??

QS. Ar Rahman : 13

 

Bahkan ketika akhirnya aku memutuskan untuk out of the box dan mencoba untuk melangkah di dunia sesungguhnya, akupun langsung diberikan tempat yang Alhamdulillah juga baik. Sangat sesuai dengan kompetensiku : telekomunikasi (padahal sebelumnya aku bukanlah orang yang capable dengan kompetensi), di perusahaan terkemuka di Indonesia, dengan salary yang lebih lumayan, rekan kerja yang welcome, dan tanpa penalty jika akhirnya memutuskan kontrak di tengah jalan.

 

Hingga akhirnya aku memutuskan untuk berkarir di bidang akademis-ilmiah, dan mencoba untuk apply ke dua instansi pemerintah yang bergerak di bidang riset, tanpa banyak rintangan, mudah saja..aku diterima di kedua tempat tersebut, dengan menyisihkan puluhan ribu pelamar lainnya! Sehingga aku dapat memilih, tempat yang lebih nyaman untukku..

 

Maka nikmat Tuhanmu yang mana kah yang kamu dustakan??

-QS. Ar Rahman : 16

 

Kalau aku coba berkaca, introspeksi diri, menelaah kembali kepingan-kepingan perjalanan hidupku, membandingkan dengan materi-materi yang pernah kuterima, maka aku coba menarik “rumus”, dari semua “keberuntungan”-atau lebih tepatnya kusebut nikmat– yang akhirnya akrab dalam kehidupannku

 

 

Rumus pertama, senantiasa bersyukur atas apa yang ada, apa yang kita miliki. Yang aku yakini, seburuk apapun yang aku terima, ini adalah yang terbaik yang Allah berikan, yang terbaik untukku. Karena Allah lebih tahu apa yang kubutuhkan daripada aku sendiri.. Yang kuyakini, jika Allah memberikanku kemudharatan, kemalangan, kesusahan, artinya ada hal yang harus aku pelajari dari hal tersebut, yang akan membuatku menjadi lebih Qawwiy. Dan jika hal-hal baik yang kuterima, keberuntungan, kemudahan, artinya Allah dengan besar kasih sayangNYA ingin aku bersyukur dan ingat akan setiap partikel kemurahanNYA. Karena semua nikmat dan keberhasilan itu, tidak lain adalah atas pemberianNYA. Allah-lah juga yang menjadikan sunnatullah bahwa keberhasilan adalah buah dari kerja keras. Tidak sedikitpun kekuatan manusia atas kehendaknya sendiri kecuali atas izin Allah! Sehingga akan timbul rasa ikhlas akan segala qadarNYA dan Qana’ah atas semua nikmatNYA.

“Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepadaNYA. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah,

niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.

Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)”

-QS. Ibrahim : 34

 

 

Rumus kedua, perbanyak sedekah dan mudahkan urusan orang lain. Hal ini juga baru aku sadari setelah aku mendengar kampanye “The Power of Giving”-nya Yusuf Mansyur dalam sebuah tabligh di suatu malam di 10 hari terakhir, tentang keutamaan bersedekah. Seperti yang IA janjikan dalam surat cintaNYA :

“Maka barang siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (syurga), maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan (kebahagiaan)”

-QS.Al Lail : 5-7

Juga dalam sebuah hadist ‘arbain yang dibedah oleh Ust. Idrus dalam sebuah sesi kajian Hadist sabtu pagi di sebuah mesjid di Benhil :

“Barangsiapa yang membebaskan orang mukmin dari kesempitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari kesempitan di hari Kiamat; Barangsiapa yang memberi kemudahan orang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat… ”

– HR. Muslim

 

 

Rumus Ketiga, yakin akan pertolonganNYA. Yakin bahwa “tangan-tangan”NYA selalu bersama orang-orang yang berjuang untuk agamaNYA.

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu dan meneguhkan pijakanmu”

-QS. Muhammad : 7

 

 

Ya.. setidaknya itu lah yang bisa ku-sarikan dari apa-apa yang pernah kupelajari. Well, ternyata “materi-materi” dalam “lingkaran” itu baru bisa kupahami secara lebih komprehensif setelah aku mengalami beberapa kejadian dalam hidup…

 

Jadi ingat sebuah pesan singkat yang pernah mampir di telsell ku :

 

“Allah never promise that live would be easy,

But he grant to walk with you in every step!”

 

 

Cisitu, 11.50 pm

-yangSedangMencobaMenyusunMozaikKehidupannya-

Filed under: Journal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Aku dan dia

Kidzsmile Foundation

AIMI Jabar

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Yang silaturahim

  • 66,921 hits
%d bloggers like this: