Keluarga Alamanda

Icon

. cerita bunda . cerita keluarga mahayattika .

Dilema Kedua

Jika seseorang diberikan sebuah kewajiban, maka sudah sewajarnyalah dia mendapatkan haknya. Dan sebaliknya, bila seseorang mendapatkan suatu hak, maka sudah sepatutnya jika ia dimintai pertanggungjawaban atas haknya tersebut berupa kewajiban yang dibebankan kepadanya. Sama saja ya?? Menurutku ini berbeda. Jika dilihat dari segi motivasi beramal. Tapi aku tidak mau membahasnya disini.

Kalau di lingkup kerjaan, kita berhak menerima gaji karena kita telah mengerjakan tugas sesuai dengan deskripsi kerja kita. Dengan sudut pandang lain, kita seharusnya menerima gaji atas karya, waktu, tenaga dan pemikiran yang telah kita berikan kepada perusahaan atau instansi tempat kita bekerja.

Nah, inilah yang menjadi dilema(kedua)ku saat ini. (Bukan masalah besar sih sebenarnya, terutama jika motivasi bekerja karena memang mau beramal, dan secara otomatis kita akan mendapatkan kompensasi karena amal tersebut). Yang jadi masalah adalah, saat ini aku belum diberikan “hak”ku (dan kemungkinan tidak dalam bulan Februari ini😥 huhuhu).

BadGirl thinking- Puslit sudah mewajibkan kami untuk hadir setiap hari ke kampus (kami menyebut kantor kami dengan sebutan ini :p Hmm, terdengar lebih bersahabat kan?). Selama sebulan ini, kami hadir sesuai ketentuan karyawan, hadir dari Senin-Jumat jam 07.30, istirahat jam 12.00-13.00, dan pulang jam 16.00. Dan hal ini terpantau dari kewajiban untuk njeglok absen pagi dan petang. Termasuk juga kewajiban untuk menghadiri rapat.

Setelah di-briefing oleh ka.Puslit, pada awal kami masuk, kemudian kami diberitahukan tentang perubahan kebijakan (hff..birokrasi lagi), bahwa tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Puslit tidak diperkenankan untuk menalangi sementara gaji CPNS yang belum turun. Artinya, CPNS akan menerima gaji setelah SK diterima di tangan. Dan ada kabar lagi bahwa SK tersebut berlaku terhitung saat SK diterima (tidak berlaku surut). Maka waktu itu kaBid membebaskan kami dari kewajiban hadir di kampus (dan tugas-tugas lain) sampai kami menerima SK. Kalaupun kami ingin ke kampus untuk orientasi kerja, pengenalan lingkungan, ya bebas-bebas saja.. Tapi entah kenapa, 2 hari setelah kami “libur”, kami kembali dihubungi untuk meminta hadir sesuai dengan peraturan. “Memang SKnya sudah turun Pak?”,  “Ya..kalian datang saja dulu.”

Memang sih, kemudian kami tidak diberikan beban kerja yang berat. Hanya kewajiban untuk HADIR dan belajar hal-hal dasar saja. Lalu apa yang kami lakukan di kantor? Ya kami tetap sibuk! Sibuk browsing, blogging dan chatting..hehe..Karena bosen juga baca belajar, tapi tidak ada targetan yang jelas..apalagi turunnya SK juga belum jelas :p kan lebih baik aku di rumah saja, tidak keluar biaya makan, kost, dan masih bisa melakukan hal lain..

GoodGirl Thinking – Tapi.. memang aku melakukan semua ini untuk apa?? Hanya untuk beberapa lembaran rupiah panyambung hidup? Rendah sekali! Seharusnya aku bisa memanfaatkan masa-masa “dorman” ini, ketika belum ada tugas yang dibebankan, untuk sebanyak-banyaknya belajar!!

Tugasku saat ini memang hanya BELAJAR! Terutama untuk pengetahuan dan skill dasar yang seharusnya dimiliki oleh seorang sarjana Elektro-ST lulusan Universitas terbaik di negeri mu! “Mensejajarkan kapabilitas dengan title yang disandangnya” inilah wejangan yang diberikan oleh Pak Harry, orang ter-senior di Puslit Inkom- yang dengan sabarnya memberikan kuliah privat orientasi dan motivasi peneliti khusus untukku selama 2 jam berdiri di depan meja resepsionis!

Jadi, siapa yang rugi jika waktuku hanya kuhabiskan untuk chatting, email, blogging?? Padahal ketika SK ku turun nanti, dana DIPA keluar, saat itulah aku akan dituntut habis untuk bisa berkontribusi dalam penelitian. Dan seharusnya tidak ada toleransi lagi atas ketidakpahaman diriku atas sesuatu yang seharusnya merupakan kapasitasku. Sudah siapkah diriku??

 

“Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakanNYA kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”

QS. At Taubah : 105

Ayo Ndu’.. SEMANGAT BELAJAR!!!

Filed under: Journal, ,

3 Responses

  1. pourmaetoil says:

    :((,
    “Dan seharusnya tidak ada toleransi lagi atas ketidakpahaman diriku atas sesuatu yang seharusnya merupakan kapasitasku. Sudah siapkah diriku??”

    rasanya di robot tuh kayak gitu. ip-ku aja ga bisa bersaing ma anak2 robot. apalagi pemahaman akan robot buatan kita sendiri. tapi thanks dah ngingetin lewat ayat yang dikutip🙂.

    btw, ada baiknya kak Lintang mulai belajar menulis bahasa Jawa dengan ejaan yang benar😀

    selamat kak, menjadi salah satu blogger yang produktif! moga2 akan selalu begitu ya….

  2. imoet says:

    dasar PNS, emang beda khan kl dibanding DJP? kami punya jam kerja 7.30-17.00, telat semenit atau pulang cepat, potong 1,25% penghasilan, ga masuk? 5 % bow….

  3. menujucintanya says:

    “dasar PNS, emang beda khan kl dibanding DJP? kami punya jam kerja 7.30-17.00, telat semenit atau pulang cepat, potong 1,25% penghasilan, ga masuk? 5 % bow….”

    wajaar..salary nya kan juga beda Moet! (heh, moet?!!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Aku dan dia

Kidzsmile Foundation

AIMI Jabar

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Yang silaturahim

  • 66,921 hits
%d bloggers like this: