Keluarga Alamanda

Icon

. cerita bunda . cerita keluarga mahayattika .

Kekacauan Dalam Lingkaranku

Jika kita berbicara tentang “lingkaran” atau halaqah, mungkin yang terbayang adalah sebuah majlis yang dihadiri oleh orang-orang yang bersemangat menerima ilmu lengkap dengan note catatan, buku referensi dan tak lupa mushaf, duduk dengan tertib dan antusias mendengarkan materi pembahasan dari sang Mentor. Ada papan tulis atau media lain sebagai alat bantu mentor memvisualisasikan pemaparannya. Mungkin idealnya sebuah “lingkaran” adalah yang seperti ini ya..

Nampaknya bayangan tentang ”lingkaran ideal” itu tidak berlaku dalam “lingkaran”ku. Karena ”lingkaran”ku, adalah “lingkaran” yang penuh dinamika dan “kekacauan”. Pastilah akibat dari aksi anggota-anggota “sempalan” yang hampir selalu membuat ”lingkaran”ku berwarna . Ya, siapa lagi kalau bukan para mujahid dan mujahidah cilik itu. Bagaimana tidak, saat ”lingkaran” itu dimulai, adaa saja diantara mereka yang berupaya merebut perhatian para peserta. Dari mulai aksi nangis, minta beli jajan, yang membuat Sang Bunda terpaksa meninggalkan lingkaran dan keluar ke warung depan memenuhi permintaan sang mujahidah cilik.

 

Atau saat Bunda tilawah, mujahidah cilik yang sedang ditimang menarik-narik mushaf Bunda, membuat Bunda harus mengangkat mushaf tinggi agar tidak terjangkau mujahidah cilik (jadi baca mushafnya kayak baca UUD 45 waktu upacara bendera ), sembari berkata lembut ”sabar ya nak, Ummi pinjam mushafnya, Ummi mau tilawah dulu”.

 

Dan ketika agenda ”lingkaran” itu mulai berjalan, ”byaarr..!”.. mujahid cilik yang lain menumpahkan segelas air di atas karpet.. ”Whaa…” Spontan kami ramai-ramai berebut membersihkan, sebelum ketauan si pemilik rumah . Selang beberapa waktu, di sudut sana mujahid cilik yang lain tiba-tiba menangis keras, ”olala… ternyata berantem dengan temannya”.. para Bunda datang menengahi keduanya..”ayo Faruq, minta maaf sama Arsya..salaman, nak..main bareng-bareng ya..jangan rebutan mainannya..”..

 

Saat sang Mentor sedang asyik memaparkan qadhaya, sang mujahid cilik yang masih berumur 1 semester itu rewel. Mentor pun berdiri dan berusaha menenangkan jundinya dengan menggoyang-goyang..”kok ga berhenti?? Masih rewel juga.. dan ada bau-bau apaa ya?? Ups…ternyata mujahid cilik itu pup!” Okey,, lingkaran pun di break sementara sambil menunggu si mujahid cilik selesai dengan hajatnya ^^

 

Dan ketika semua mujahid cilik itu kelelahan, tumben-tumbenan pada tenang dan duduk manis, lho kok malah aku nya yang ga tahan untuk mencubit pipi gembil salah satu dari mereka ^^ pecah lagi deh konsentrasi kami..Hehe..

 

Tapi dengan segala kondisi dan bawaan yang riweuh pisan gitu, para Bunda tetap semangat untuk hadir di“lingkaran”! Ga efektif dong “lingkarannya”? Bheh..jangan salah! Justru di situlah serunya, di situlah militansinya.. Mantabh!! Ya iyalah, masa ya iya dong..

Nah, inilah suasana “kekacauan” dalam “lingkaran”ku. Rame…Beda banget ya sama yang di atas!

 

[Hmm… kangen “melingkar” dan “nge-lingkarin” lagi niy..  ]

Filed under: Bunda, Coretan Iseng, ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Aku dan dia

Kidzsmile Foundation

AIMI Jabar

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Yang silaturahim

  • 66,921 hits
%d bloggers like this: