Keluarga Alamanda

Icon

. cerita bunda . cerita keluarga mahayattika .

Bulan-5

Pekan 20 : Setengah perjalanan

Alhamdulillah, kau sudah berada di setengah jalan menuju kelahiran itu anakku.. Ga berasa ya, waktu berlalu begitu cepat. Mudah-mudahan terus lancar sampai lahiran nanti.

Pekan 21 : Mengajar Gaza

Dari berbagai literatur, katanya Gaza udah mulai punya “jam tidur”. Ku coba ah, membiasakan Gaza untuk tidur di saat kami tidur, dan bangun di saat kami terjaga. Biar ga nyusahin gitu kalo udah lahir..😀 Malam itu jam 21.00an, Gaza lagi aktif-aktifnya gerak, muter-muter, tendang-tendang.. Trus aku coba ngomong ke Gaza, “Gaza, udah dulu ya maennya, sekarang kan waktunya istirahat, Bunda dan Ayahnya juga mo istirahat. Gaza tidur ya, besok pagi kita main lagi.. Bismika Allahumma ahya wabismika amuut..”. Dan ajaib!! maksutku, subhanallah..!! Setelah itu Gaza betul-betul diam! Begitu juga tadi pagi, waktu ku bangun, ga lupa bangunin Gaza, kutepuk-tepuk lembut perutku..”Gaza bangun… shubuh dulu yuk, sama Bunda sama Ayah..alhamdulillahiladzi ahyana ba’dama amatana wa ilaihinnusur.. Gaza..udah bangun belum..”, dan kemudian, aku merasakan Gaza rolling-rolling di dalam.. hoho..anak yang pintar dan sholeh. Amiin😀

Pekan 23 : Kenalan ama bidan Juju

Dapet juga rekomendasi Bidan di Bogor, dari guru ngajinya Mama yang abis lahiran di situ. Katanya sih, bidan senior. Bayangannya, dia itu bakal keibuan, sabar, sayang pasien.. Siang itu, pergi sama Aa untuk kenalan ama Bu bidan, setelah muter-muter dan tanya-tanya di sekitar Jl. Johar, dan harus menunggu beliau pulang sekitar 1 jam-an, ketemu juga lah kita sama Bu Bidan. Dan ternyata, beliau bukan orang yang sabar seperti yang kubayangkan, tapi sabaaar bangeeet.. tutur katanya lemah lembut, kalo dia meminta, pasti diakhiri dengan “bageur” atau “yang”. Padahal untuk hal-hal sepele, kayak “Coba tiduran dulu ya sayang..” atau “Aa nya mau ikutan masuk, bageur?” waah.. jadi simpatik pada pandangan pertama..

Aku bilang, rencana melahirkan memang di Bidan, tetapi udah punya record juga di RSB terdekat, in case butuh penanganan intensif, bisa langsung dirujuk ke sana. Dan emang ya, bidan itu sakti! Bisa tau kondisi bayi hanya dengan indra perabanya. Karena mungkin emang terbiasa tidak pake USG atau alat-alat canggih lainnya. Dan bidan Juju pun yang kemudian ngasih tau kalo ternyata posisi Gaza melintang. Padahal dari hasil USG bulan lalu sebenernya udah ketauan. Cuma mungkin dr. G gak mau bilang, takut bikin khawatir, dan karena posisinya memang belum harus di posisi lahir. Akhirnya aku diajarin cara nungging yang benar dan diminta untuk nungging minimal 8x sehari. Kemudian balik 3 hari lagi, untuk ngecek apakah posisi Gaza sudah benar atau belum..

TD 100/60, BB ku 59 kg.

Filed under: Journal, Parenthink,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Aku dan dia

Kidzsmile Foundation

AIMI Jabar

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Yang silaturahim

  • 66,921 hits
%d bloggers like this: