Keluarga Alamanda

Icon

. cerita bunda . cerita keluarga mahayattika .

My “Bump-Buddy”

Namanya wanita, umumnya suka grouping. Termasuk juga ibu-ibu hamil seperti diriku ini. Tentunya, berkelompok dengan sesama bumil🙂 atau lebih keren istilahnya “bump-buddy” (temen buat bump-bump-an :p ).

Selain mencari komunitas sesama ibu hamil di milis yang kuikuti (Asi for Baby dan Hypnobirthing), kebetulan, beberapa temen deketku sedang hamil, misalnya :

  • Fitri (-2 week), istrinya Arifan temen kantorku. Bump buddy yang paling deket, baik secara hati, maupun geografis. Maklum, kontrakannya deket. Dokter kamipun sama. Kalo lagi sama-sama ditinggal suami keluar kota kami gantian nginep-nginepan.
  • Mba Ratmi (+4 week), sesama “alumni Sempu”, emang udah suka sharing sejak perjalanan itu. Apalagi dulu kita nikahnya hampir bareng, jadi suka sharing info dan diskusi seputar itu.
  • Rida (-5 week), temen SMP & SMU dan temen kostan di Denai. Cewek asli betawi yang ga pernah keluar jakarta (bahkan ke Bandung sekalipun!) sempet ikut suaminya ke Papua dan akhirnya minta pulang sebulan kemudian karena ngidam nasi uduk dan semur jengkol :p
  • Wiwit (-1 week) temennya Uti, dokter juga, yang ikut suami tinggal di Bandung. Baru sekali ketemu waktu dia maen ke rumah, tapi udah berasa deket banget.
  • Mba Tatiek (+1 month), temen sejawatku di kantor. Jadi suka compare-compare seputar perkembangan kehamilan kami.

Biasanya antara bump-buddyku, kami saling sharing info, tuker pengalaman, sarana studi banding, diskusi seputar kehamilan dan perkembangan janin. Menyenangkan pastinya. Maklum, kami sesama ibu G1P0A0 (artinya, tanya ama anak kedokteran!) yang sangat antusias dengan pengalaman pertama kami, dan berupaya untuk menjadi Ibu yang terbaik. Aku seringkali merasa lebih siap menghadapi sesuatu tentang kehamilan ini dari pengalaman bump-buddyku. Sering juga dapat banyak masukan dari mereka.

Ada banyak benefit punya Bump-buddy sebagai peer group, tapi pasti juga ada dukanya. Ya, karena kita sedang mengalami petualangan yang sama, sedikit banyak naluri untuk comparing itu ada, apalagi kami para wanita :p Kadang dengan compare yang ada malah iri, ujung-ujungnya jadi ga bersyukur dengan apa yang kita miliki. Padahal tiap orang rejekinya beda-beda. Kondisi hamil tiap orang pun beda. Bahkan, seorang ibu bisa punya pengalaman yang jauh berbeda antara si kakak dengan si adik.

Contoh ga enaknya ya seperti saat ini, Fitri dan Wiwit yang HPLnya seharusnya lebih lambat dariku, malah lebih dulu ngirimin berita gembira kelahiran anaknya. Bukannya aku ga ikut bahagia dengan keberhasilan mereka melahirkan anak dengan normal dan sehat. Tapi aku yang udah HPL+2 hari ini, jadi semakin bertanya-tanya “aku kapan ya..”. Duh, kalo ga cepet-cepet dicounter dengan positive thinking bisa-bisa makin ga sabar dan tertekan.

Phuih…Tenang Tang.. Semua ada masanya. Memang Gaza belum saatnya keluar.

InsyaAllah dia akan keluar ketika dia siap untuk keluar🙂

Filed under: Journal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Aku dan dia

Kidzsmile Foundation

AIMI Jabar

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Yang silaturahim

  • 66,921 hits
%d bloggers like this: