Keluarga Alamanda

Icon

. cerita bunda . cerita keluarga mahayattika .

Shaum untuk Ibu Menyusui

Alhamdulillaaaah…

Itu yang bisa kuucapkan, karena Allah telah mengijinkanku kembali bertemu dengan Ramadhannya yang indah. Dan alhamdulillah, meski menyusui, aku tetap bisa ikut berpuasa, tanpa mendapat halangan berarti. Karena beberapa minggu sebelum Ramadhan, aku coba untuk (kembali) shaum, setelah hampir 1 tahun gak melakukannya. Dan hasilnya, baru kali itu aku ngerasa laper see-laper-lapernya. Jam 12 aja udah ngerasa haus, kering, pengen minuuum..😥 pas abis pumping, kliyengan. Jam 5, udah gak bisa ngapa-ngapain. Tiduran aja sambil nyusuin Gaza n menunggu bedug tiba. Pas buka, saking “kalap”nya, minum bergelas-gelas **lebay** akhirnya malah kembung, sakit perut dan gak enak makan..huaaa…

Alhamdulillah, ternyata shaum Ramadhannya gak sampe segitunya.. hari pertama cuma lemes dikit. Dan berikutnya lancaar, sampai ke hari 21 ini..mungkin karena lingkungan mendukung (pada puasa juga), dan emang udah lebih mempersiapkan diri untuk shaum.

Yup, ibu menyusui juga tetap bisa berpuasa. Tapi, tetap harus disadari bahwa kondisi ibu menyusui tidak sama dengan perempuan umumnya, sehingga harus disiapkan dengan baik.

Pertama, Ibu menyusui memerlukan kalori 500 kkal lebih banyak daripada perempuan yang tidak menyusui (sekitar 2000 kkal). Jadi, kalaupun puasa, asupan makanan ibu saat sahur dan buka harus tetap cukup untuk memproduksi ASI. Jika ternyata asupannya kurang, maka tubuh akan mengambil cadangan makanan yang dimiliki ibu untuk tetap dapat memproduksi ASI dengan kualitasnya yang sama. Hal ini mungkin saja berdampak pada stamina ibu. Karena itu, penting untuk tetap makan 3x sehari, dengan mengganti porsi makan siang, menjadi makan sebelum tidur. Jangan lupa untuk tetap mengkonsumsi air minimal 2 liter, dan memperbanyak sayuran dan buah-buahan saat sahur dan berbuka.

Kedua, perlu diperhatikan juga kebutuhan anak ibu. Jika masih ASI eksklusif, artinya nutrisi anak ibu sangat bergantung pada ASI ibu. Dan saat berpuasa, mungkin saja produksi ASI berkurang. Pastikan anak tetap BAK (Buang Air Kecil) minimal 6x dalam sehari yang menandakan dia mendapatkan ASI yang cukup. Jika pada akhirnya ibu tidak sanggup untuk berpuasa, atau khawatir dengan kondisi Ibu ataupun anak kita, maka kita dapat mengambil keringanan (rukhsah) yang memang diberikan oleh Allah bagi ibu menyusui. Subhanallah.

seperti diposting di sini dengan sedikit perubahan

Filed under: ASI,

3 Responses

  1. Rizal Islami says:

    Subhanallah………..

  2. kawanlama95 says:

    Semoga tetap sehat ya bu, dan sang buah hati tetap terseyum . Melihat sang mama tetap segar dibulan puasa.salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Aku dan dia

Kidzsmile Foundation

AIMI Jabar

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7 other followers

Yang silaturahim

  • 66,972 hits
%d bloggers like this: