Keluarga Alamanda

Icon

. cerita bunda . cerita keluarga mahayattika .

Membenahi diri – Bunda Cekatan

Memang sepertinya waktu 24 jam itu kok kurang banget. Belum ini, belum itu. Ga berasa udah malem lagi, trus seharian tadi udah ngapain aja ya? Ternyata banyak “pencuri waktu” yang ga disadari.

Di artikel tentang pengelolaan waktu ini, dijelaskan tentang ide pengelompokan waktu oleh Dwight D. Eisenhower, yang kemudian dipopulerkan oleh Stephen Covey dalam bukunya “7 Habits of Highly Effective People” yang membagi aktiiftas menjadi 4 kuadran berdasarkan tingkat kegentingan dan kepentingan-nya yaitu, sbb :

Kuadran 1 : Penting dan mendesak

yang termasuk dalam kudaran ini adalah hal-hal darurat dan kritis, seperti kebakaran, sakit, kerusakan atas barang produktif, dll  — atasi sekarang juga

Kuadran 2 : Penting tapi tidak mendesak

yaitu tujuan-tujuan strategis dan jangka panjang. Hal-hal yang kita anggap penting, dan membutuhkan konsentrasi dan pengerjaan yang hati-hati, letakkan di kuadran ini  — Fokuskan waktu untuk ini

Kuadran 3 : Tidak Penting tapi Mendesak

yaitu segala interupsi dari luar yang tidak terprediksi, ataupun yang secara tidak langsung kita munculkan karena menunda pekerjaan di Kuadran 2, sehingga yang tadinya bisa dikerjakan santai dan fokus, jadi seadanya karena ada time limit yang sempit  — Hindari

Kuadran 4 : Tidak Penting dan Tidak Mendesak

segala aktifitas yang tidak sejalan dengan pencapaian jam terbang, tidak mendukung misi hidup, tidak ada dalam jadual aktifitas harian, tapi tetap dilakukan :D. Awalnya hanya curi-curi sedikit, sambil isi waktu, akhirnya malah keasyikan dan lupa prioritas utamanya. Ya inilah yang menjadi pencuri waktu. Makanya, perlu banget mengatur jadwal di waktu-waktu ini agar tidak kebablasan karena merasa tidak ada limit — Batasi

Di artikel yang sama, juga disebutkan, bahwa penundaan adalah kebiasaan yang berbahaya. Dia adalah silent time killer, yang mengacaukan jadual yang sudah dibuat rapi. Bila satu waktu saja kita menunda-nunda melaksanakan apa yang seharusnya kita lakukan di dalam jadual yang telah dibuat, maka merembet dan berantakanlah semua. Maka tepat sekali ketika Allah mengingatkan kita dalam surat cintanya :

“Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS. Al-Insyirah: 7)

Dan penundaan itu biasanya disebabkan karena tidak ada goal yang jelas, tidak ada jadual yang mengatur, dan tidak ada prioritas yang ditetapkan. Baiklah, saya akan coba me-list 3 prioritas penting saya dalam aktifitas setiap hari :

  1. menjalankan amalan yaumiah yang ditargetkan
  2. memastikan kebutuhan anak-anak dan suami terpenuhi
  3. mengembangkan diri dan mengejar ‘jam terbang’

Maka ketiga hal ini haruslah menjadi prioritas dalam jadwal harian saya.

Dan harus mewaspadai terhadap aktifitas yang tidak penting yang kerap jadi pencuri waktu saya :

  1. Online tanpa target yaitu membuka medsos, yang akhirnya berujung pada stalking atau browsing-browsing ga terarah
  2. Survei di lapak online
  3. Ngobrol dengan rekan kerja yang diluar konteks kerjaan, berujung pada ghibah dan tertundanya pekerjaan.

Setelah identifikasi aktifitas penting –  tidak penting ini, maka saya akan lebih mudah mengingat apakah aktifitas yang saya lakukan ini produktif untuk menambah jam terbang kepakaran saya atau tidak.

Sebenarnya pada NHW#2 kemarin saya sudah membuat daily timeline, dan juga sudah merevisinya di NHW#4. Namun perlu ditegaskan lagi untuk cut-off waktu agar lebih mudah diaplikasikan. Karena saya bekerja di sektor publik, lebih mudah bagi saya untuk membuat cut off karena saya terikat jam kerja. Evaluasi saat ini, saya sering melakukan aktifitas tidak penting di atas yang membuat waktu pulang saya ke rumah semakin sore, sehingga waktu pertemuan saya dengan anak-anak kurang panjang. Saya juga pulang sore karena seringkali harus ‘membayar telat’.

Maka saya menetapkan pk. 07 – 17 sebagai cut-off  dari rutinitas harian. Saya perlu mengefisienkan betul waktu saya di kantor sehingga saya bisa pulang sesegera mungkin dan melakukan aktifitas di rumah untuk menambah jam terbang saya sebagai bunda sayang dan bunda cekatan.

Efisiensi waktu saya di kantor yaitu 07.30 sampai 16.00 saya jadikan waktu dinamis untuk menambah jam terbang saya. Dari mulai tazkiyatunnafs, menambah kafaah agama melalui kuliah tauhid online, mengerjakan amanah saya di komunitas dan yayasan, memaintain lapak buku saya, dan tentunya menambah kapasitas dan pengetahuan saya di peran hidup saya, yaitu dunia Laktasi.

Bismillah.. Ya Allah bimbing saya..

Advertisements

Filed under: Bunda, , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Aku dan dia

Kidzsmile Foundation

AIMI Jabar

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

Yang silaturahim

  • 72,903 hits
%d bloggers like this: