Keluarga Alamanda

Icon

. cerita bunda . cerita keluarga mahayattika .

Jodoh = mirip, Mirip = jodoh?

“Hmm.. kalo jodoh emang mirip ya..”, komentar teman kantorku ketika kukenalkan pada suamiku.

**Kami berdua : pandang-pandangan sambil terkekeh yang artinya : “hiyaa, satu lagi yang bilang kita mirip!” ** dan memang bukan 2-3 orang saja yang bilang kami mirip.

Bener ga sih, kalo jodoh itu mirip? Duluu banget pernah baca di sebuah buku tentang suami-istri, kata penulisnya kecenderungan suami istri mirip (secara fisik) bisa dijelaskan secara logika. Karena seseorang itu secara fitrah, mencintai dirinya sendiri. Maka, dia akan mudah untuk mencintai seseorang yang mirip dengan dirinya. Karena ia melihat dirinya pada orang tersebut. **wah..apakah ini narsis yang berlebihan??**. Dan memang sih, di sekitarku, aku menemukan pasangan suami istri yang entah bagaimana, terlihat mirip satu dengan lainnya.

Pertama kali ada orang yang bilang aku dan suamiku mirip, terang aja aku protes.

“Mirip gimana??  Yang ini terawat, yang itu terlewat.. jelas-jelas kulitku cerah, sedangkan suami engg..juga cerah sih, tapi ketutup awan mendung (baca : hideung) 

Tapi setelah kami saling membandingkan, kayaknya emang ada kemiripan antara aku dan suamiku : hidung kami yang melebar ke samping dan bibir bawah yang sexy juga lebar

Kalau suami istri yang mirip itu dibilang “memang jodoh” (ya iyalah, udah akad nikah, ya jodoh), bisa ga ya disimpulkan juga bahwa, orang yang mirip bakalan jodoh?? Soalnya aku punya dua orang temen yang menurutku mirip, dan jadi tergoda untuk menjodohkan mereka. hmm boleh dicoba.. 

Advertisements

Filed under: Coretan Iseng

Aa Ngepel??

Pulang kerja kemarin masih dijemput Aa (alhamdulillah, Aa masih di Bandung 2 pekan ini). Capek banget rasanya, badan lemes, perut sebah, mual, pokoknya ga enak banget bawaannya. Tambah males lagi waktu ingat rumah pasti berantakan. Barang-barang berserakan, cucian piring menumpuk.. huuh..aku paling risih kalo rumah berantakan! Begitu sampai di rumah, waktu kubuka pintu depan,hmm…wangiii…

“wah, Aa jadi ngepel ya?”

“Iya dong.. “, ujarnya bangga.

Dan begitu kulihat di kamar, sudah tertumpuk pakaian-pakaian kami selama seminggu ini yang baru diangkat dari jemuran.

“Waah.. jadi nyuci juga??” tanyaku kagum.

“Iya lah..”

Alhamdulillah.. Aa nu bageur pisan.. Capeknya jadi ilang deh..

Terbayang olehku tadi siang Aa, yang dikenal sebagai orang yang berantakan-cuek-garang itu, beberes, nyapu, ngepel-nyuci baju-jemur di depan rumah. Apalagi waktu itu dia lagi pake celana pendekar thifun merah-ijonya dan kaos trainer yang makin membuat “jomplang” tampilan dengan aktifitasnya..hehe…soo suit…**apa kata tetangga ya  **

Memang sejak awal pernikahan kami aku selalu menekankan tentang pembagian pekerjaan domestik. Bahwa, pekerjaan seperti mencuci piring, baju, menyapu, ngepel dan setumpuk pekerjaan lain yang berkaitan dengan manajemen dan maintenance rumah bukan hanya tanggung jawabku sebagai katanya “ibu rumah tangga”, tapi tanggung jawab kita berdua. Ya, bagi-bagi tugas lah. Saling membantu.

Karena menurut teori (ga tau teorinya siapa), salah satu usaha untuk membina rumah tangga yang harmonis adalah dengan berbagi tugas domestik, para suami tidak sungkan untuk ikut terlibat dalam mengurus rumah. Karena memang urusan rumah bukan tugas para istri saja tho?? lagipula, mencuci, beberes rumah, menyapu tidak akan menurunkan wibawa seorang sumai kan? Malah sebaliknya, akan timbul rasa simpatik, karena sang suami mau membantu istrinya. Karena Rosulullah pun mencontohkan dalam kehidupan rumah tangganya. Beliau memasak, menjahit pakaiannya, membersihkan tempat tidurnya sendiri. Nah tuh kan..ga malu sama Rasul?

Selain itu, para istri pun akan merasa dihargai dengan keterlibatan suami dalam pekerjaan rumah tangga, walaupun sedikit dan mungkin tidak sesempurna yang diharapkan :p Otomatis, istri akan makin sayang sama suami. So, untuk para suami..ayo dong, turunkan sedikit egomu, singsihkan lengan bajumu, ikutlah bersama istrimu menjaga istanamu..

Filed under: Ayah, Bunda, Coretan Iseng, , ,

Rak 681

Adaaa.. aja yang bikin hari-hari ngantorku belakangan ini “terpaksa” dihabiskan di luar ruangan. Setelah Jum’at kemarin kebagian giliran pemadaman dari PLN, means ga bisa ngapa-ngapain.. Hari ini, kunci lab raib! Ga bisa masuk dong..

 

Ya, akhirnya aku “iseng” main ke perpus kampus bandung. Sekalian cari referensi buat proposal riset deh. Udah hampir 8 bulan di sini, masa’ belum sekalipun memanfaatkan perpusnya?

 

Dari buku tamu yang kuisi, ternyata memang sebagian besar pengunjung berasal dari luar institusi ini. Jangan-jangan karyawan sini banyak juga yang belum pernah ke perpus seperti aku..

 

Setelah browsing di katalog elektronik, cuma ada 3 item yang sesuai dengan keyword yang kucari : biomedical engineering. Di hasil pencarian itu ada no panggil yang merupakan kode dari lokasi rak, jenis klasifikasi buku, dan inisial pengarang. Oke, mulailah pencarianku..


Buku pertama : 681.14:61 OM. Aku mulai masuki jejeran rak terdepan bertuliskan 681. Yup, benar, buku-buku disitu berkodekan 681.14.. aku teliti buku-buku itu satu-persatu, mencocokkan dengan kode panggil. Di rak pertama tidak ketemu. Mungkin di bawahnya. Aku meneruskan pencarian ke bawah, ke bawahnya lagi, kebawahnya lagi (sampai ndelosor rata dengan tanah)..tidak juga ketemu. Eh ternyata rak sebelah juga kodenya 681. dan sebelahnya juga. Sebelahnya lagi, dan sebelahnya lagi..dan ternyata seluruh rak di belakangku dan di gang sebelahku juga RAK 681!

Gapapa, baru segitu aja udah kecil hati.. Ayo terus cari! Satu persatu kubaca inisial pengarang di punggung buku-buku yang berjejer rapat, menelusuri rak demi rak, dari atas sampai ke bawah. Ehhm..Debu perpustakaan mulai mengganggu nih, mata ini juga mulai lieur ngeliatin label kode yang rata-rata sudah usang. Dan..ga ketemu!

 

Karena penasaran, aku ulangi lagi pencarian dari awal rak. Kali ini dibantu oleh 2 orang pustakawan, ikut meneliti satu persatu buku yang berjejer itu di rak 681..Dan..akhirnya…ga ketemu juga..!!

Jangan-jangan dipinjem?? Atau hilang?? Yaaahh…

 

Akhirnya salah seorang pustakawan tersebut, mengecek ulang kode panggil, dan ternyata, buku yang kucari adalah sejenis jurnal yang tipis (wajar saja, ga keliatan labelnya) dan ditumpuk di sudut rak. Ck..ck..

 

Hem..Sebuah jurnal terbitan 1983 yang bahkan usianya lebih tua itu dari umurku..

(dan masih lebih parah lagi buku kedua yang diterbitkan tahun 1976)

 

Yaah..udah susah nyarinya, plus debu, ternyata koleksinya terbatas, jadul banget pula..

Kalo gini mah, back to habit aja deh.. minta wangsit sama Mbah Gugle ajah..

Filed under: Bunda, Coretan Iseng, , ,

Merdeka..!!

17 Agustus 1945..
sebuah awal atas harapan mewujudkan sebuah bangsa yang besar..
sudah 63 tahun lalu ya?

Sebenarnya apa makna 17 Agustus??

17 Agustus 1994..
betapa bangganya ketika namaku dipanggil, dan aku berdiri di atas panggung menerima beberapa bingkisan hasil perdjoeanganku memenangkan lomba-lomba di RT..

17 Agustus 1998..
menjadi penggembira saja, sepertinya sudah terlalu “gede” untuk ikut-ikutan lomba..

17 Agustus 2001..
masuk dalam Farmasi 17. Benar-benar merasakan “ruh” dari sebuah upacara bendera..Nasionalisme..

Ya, hari kemerdekaan memang bukan sekadar seremonial upacara, festival yang meriah dan perlombaan-perlombaan nyentrik..
Tapi kemerdekaan adalah perdjoeangan..
Perdjoeangan untuk menjadi merdeka yang sebenar-benarnya..

[Dan apa yang kulakukan sekarang saat ini??
Menanti jemputan travel ke Bandung jam 03.30 dini hari untuk mengejar wajib upacara di kantor jam 8 pagi! **Belum “merdeka” juga ternyata.. **]

Filed under: Bunda, Coretan Iseng, , , ,

Mengakhiri Masa Reses

Akhirnya selesai juga “tugas-tugas Orientasi” dari kantor, dari mulai Diklat Prajab, Diklat Peneliti, sampai yang terakhir Presentasi proyek orientasi di hadapan para peneliti Senior bidang Komputer dan KaPuslit Informatika. Presentasi itu sekaligus sebagai inisiasi kami, para pegawai baru, bahwa kami sudah diterima sebagai keluarga besar Bid. Komputer. Dan boleh menempati ruangan peneliti (karena selama ini kami masih di-“karantina” di Lab, mungkin takut terkontaminasi dengan hal-hal buruk dari senior lain ).

Awalnya sih pengen “reses” sebentar, setelah melalui semua itu. Pengen  ga ketemu dulu dengan SBC, pengen ninggalin Dynamic C..dan bebas berselancar di dunia maya. Ya! sekarang waktunya kembali nyari sekolah! . Aktivitas yang dulu sempat ku-pending karena emang belum saatnya untuk kuliah lagi: belum dibolehlin kantor , dan belum jelas bidang spesialisasi yang mendukung kerjaan di sini apa.

Tapi kok jadi keasyikan resesnya ya? Udah 2 pekan lewat, dan masih berada pada status reses mode:ON.  Jadi malah kegandrungan main-main, chatting, blog-walking, dan akhirnya ga produktif sama sekali!!  Info-info tentang sekolahan pun ga banyak berkembang.

Dan ternyata susah juga ya untuk kembali ke track setelah kelamaan menepi. Udah keasyikan santai kayak di pantai..[eh,  jadi pengen ke pantai..] 

Ya, emang bener ya anjuran “Jika kamu telah selesai dengan suatu urusan, maka kerjakanlah urusan lain dengan bekerja keras” (QS.94:7). Seharusnya tidak ada kata istirahat. Terus bekerja. Terus produktif!! Karena waktu ga akan kembali, dan waktu kita ga banyak untuk bisa melakukan semua kewajiban..

“bismillahirrahmaanirrahiim…”

C’mon, go back to work!! 

“Bukan kematian yang kutakuti, tapi menyia-nyiakan waktu yang lebih kutakuti. Karena kematian hanya memisahkanku dengan dunia, sedangkan menyia-nyiakan waktu memisahkanku dengan Allah dan syurga”
(Imam Syafi’i)

Filed under: Bunda, Coretan Iseng

Namaku Lintang

Ketika aku memperkenalkan diri, biasanya ga jauh-jauh langsung ditimpali seperti ini..

“Siapa? Intan?”

Liin..taang…[“agak-agak” nih…]

“Lintang utara apa Lintang selatan?”

Saya Lintang barat.. [orang geografi ya..]

“Bujurnya mana?”

hssh.. ngomong jorok tuh!  [geografi lagi..ga kreatif ah]

“Lintang pukang ya?”

Hehe..[orang linguis..maksa deh]

“Arainya mana?”

Sedang mengejar mimpi! [pencinta Laskar Pelangi series nih..]

“Oh, orang jawa ya? Ada lagunya kan Mba..Yen ing tawang ono Lintang..cah ayu”

[Yaah..dia nyanyi.. ] Iya, “cah ayu” ya Mas?

“Lintang tongki..”

Hey!! Don’t call me like that!! [Ga sopan ni orang, ga ada panggilan yang lebih bagus apa?]

Emang nama Lintang aneh ya? Ga kok..aku suka nama Lintang. Nama yang transgender. Bisa dipake buat laki-laki, tapi manis juga dipakai buat perempuan.

Dari dulu mama pengen banget namain semua anaknya nama-nama benda langit, dan karena kami berdarah jawa (darahnya aja..sikap dan lain-lain mah enggak) maka dipakailah bahasa Jawa : Wulan(Bulan), Lintang (Bintang), Mega (Awan), Guruh (Petir)..Mama kreatif kan..

Ada lagi yang aneh dari salah satu temenku, sempet-sempetnya dia SMS gini :

mba..setelah saya analisis secara mendalam, saya piker orang tua mba dulunya adalah pendukung Masyumi lalu beralih pada PNI. Terbukti dari nama anak-anaknya : Wulan dan Lintang, dalam bahasa Jawa tu berarti Bulan dan Bintang (lambang Masyumi).. Lalu Mega dan Guruh, pasti terinspirasi dari Bung Karno yang menamai anak-anaknya demikian. Dan Soekarno adalah tokoh PNI…Hoho..hebatkan analisis saya, mb?!” -1 Okt’07, 08561870xxx

Halah..aya-aya wae..
Lintang tuh artinya bintang.. Bintang itu walau terlihat kecil, tapi dia memiliki cahaya sendiri, tidak bergantung pada matahari (karena matahari sendiri pun adalah sebuah bintang yang terdekat dengan bumi). Saking jauhnya, cahaya bintang yang tampak oleh kita, bisa jadi adalah pancaran cahaya beberapa tahun yang lalu. Bintang tampak di malam hari, menghias langit biru (kayak lagu anak-anak)..

Bisakah kita seperti bintang?

Walau bintang itu kecil, cahayanya tak seterang matahari, tapi tetap ikhlas berkontribusi dengan segenap potensi yang dimiliki..

Walau apa yang kita lakukan tidak dirasakan saat ini, tapi tidak putus asa dan terus ihsan bekerja, mungkin buah usaha kita baru akan terlihat jauh setelah kita tiada..

Dan walaupun berada di tempat yang gelap, tetap memancarkan cahaya penerang yang menjadi inspirasi bagi banyak orang…

“Dan sungguh, kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan menjadikannya terasa indah bagi orang yang memandang(nya)” QS.15:16Oia, ada satu lagi..bisakah kita seperti bintang yang Allah gambarkan dalam ayat ini :

“Dan sungguh telah Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan…” QS.67:5

Yaitu umm..sebagai..pembasmi kejahatan??

Filed under: Bunda, Coretan Iseng

Bunda Gaza

Lilypie Breastfeeding tickers

Archives

my read shelf:
Lintang Dwi's book recommendations, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists (read shelf)

Aku dan dia

Kidzsmile Foundation

AIMI Jabar

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

Yang silaturahim

  • 75,291 hits