Keluarga Alamanda

Icon

. cerita bunda . cerita keluarga mahayattika .

New spirit after Prajab

Two weeks quarantined in Pusbindiklat Peneliti LIPI, at Cibinong Science Center to participate in Diklat Prajabatan in order to fulfill the requirement to be a Public Servant (PNS). We were given lot of nationality ‘brain-wash’ subjects. Such as : Civil servant etiquettes, Nationality knowledge, Government Work Behavior, Employment Management, State arrangement, Effective communication, and also include formal civil ceremony, and rules of march.

And guess what? I became the Best 10 for the entire participant! Which predicated : Satisfied! What a surprise!! since I’ve gave a critics for the Prajab’s host to evaluate their scoring scheme, which can not represented our real-understanding for the subjects given. The scoring take 60% of score from our attitude during this training : discipline, enthusiasms, etc. and the rest, score form the final written exam. Since the biggest point comes from our attitude, to make it objective, they should always be near from us, to watch our attitude and give the right score. But they didn’t.. most of the Best 10 were the “average participants”, like me. So, they must be scored us from the written exam only! [Hey! it means, I got a good grade on that exam! :p ]. Well, at least this “achievement’ has gave me a new spirit to be a good civil servant. I have to proof that my good score above the paper is also good on my daily application.. It also increase my self-confidence, that I still have a chance to compete with others..

Be idealist! Be a good PNS!

Advertisements

Filed under: Journey

Syukur alhamdulillah… I’m home..

Setelah petualangan yang begitu “Lengkap” di ekspedisi kemarin, dengan memuji nama Allah SWT, aku begitu bersyukur masih bisa kembali dengan selamat dan beraktifitas lagi..

*ternyata ‘menghilang’ selama 4 hari cukup membuatku menjadi ‘buronan’ ya..

Filed under: Journey

Risalah Penjelajah

backpacker.jpg

Oleh iman_septian@yahoo.com

Bepergian, travelling, backpacking, penjelajahan atau apapun namanya adalah sesuatu yang dianjurkan dalam Islam. Dalam surat Al-Mulk ayat 15 Allah SWT Berfirman: “Dialah Yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

 

Ayat tersebut menganjurkan kita untuk menjelajahi segala penjuru bumi. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa maksud dari ayat ini adalah: “Lakukanlah perjalanan kemana saja yang kalian kehendaki dari seluruh belahannya serta bertebaranlah kalian di segala penjurunya untuk menjalankan berbagai macam usaha dan perdagangan. Dan ketahuilah bahwa usaha kalian tidak akan membawa manfaat bagi kalian kecuali jika Allah memudahkankan kalian.” Dan usaha disini maksudnya perdagangan dan usaha lainnya dalam rangka membaca dan memahami ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan Allah sehingga kita termasuk orang-orang yang dijuluki Ulil Albab (QS.3:190).

 

Dalam hal ini Nabi saw. bersabda: “Bepergianlah engkau agar engkau sehat dan berperanglah engkau agar engkau berkecukupan.” (HR. Ahmad). Kedua dalil tersebut cukup untuk menjadi alasan kenapa kita dianjurkan untuk bepergian dan menjelajahi semesta ini.

 

Penjelajahan yang Disukai oleh Allah

(dikutip dari Fiqih Sunnah Sayyid Sabiq)

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw. telah bersabda, “Tidak seorangpun yang keluar dari rumahnya, kecuali di pintunya ada 2 panji-panji; salah satu diantaranya berada di tangan malaikat, sedangkan lainnya berada di tangan setan. Jika ia keluar itu untuk suatu urusan yang disukai Allah SWT., ia akan diiringkan malaikat dengan panji-panjinya. Demikianlah ia akan selalu berada di bawah panji-panji malaikat hingga ia kembali ke rumahnya. Sebaliknya, jika ia keluar untuk suatu hal yang dimurkai Allah, maka orang itupun akan diiringi setan dengan panji-panjinya. Dan demikianlah ia akan selalu berada di bawah panji-panji setan hingga ia pulang kembali ke rumahnya.” (HR. Ahmad dan Thabrani)

 

Sunnah Penjelajahan

(disarikan dari berbagai sumber)

 

1. Minimal dilakukan oleh tiga orang

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Ibnu Ummar r.a., “Rasulullah saw. melarang keadaan menyendiri. Artinya bila seseorang itu menginap atau bepergian dalam keadaan seorang diri.” Rasul juga bersabda, “Seorang pengendara itu adalah satu setan, dua orang pengendara dua setan, dan tiga orang pengendara barulah disebut rombongan orang yang bepergian.”

 

2. Dilakukan pada hari Kamis

Diriwayatkan oleh Bukhari, “Rasulullah saw. jika mengadakan perjalanan, jarang sekali berangkat bukan pada hari kamis.”

 

3. Berpamitan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika seseorang di antara kamu bermaksud hendak bepergian, hendaklah ia pamitan kepada saudara-saudaranya, karena Allah menjadikan doa mereka itu bermanfaat.”

 

4. Berdoa dan mendoakan

Disunahkan untuk banyak berdoa ketika kita bepergian, karena Nabi saw. bersabda, “Ada tiga macam doa yang pasti diterima tanpa diragukan lagi, yaitu doa bapak, doa musafir, dan doa orang yang teraniaya.” Sedangkan dalam riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, Nabi saw. bersabda, “Doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa seseorang bagi lainnya, sedangkan mereka dalam keadaan berjauhan.”

 

Bersambung…

 

Filed under: Journey

Ketika Akhwat Packing

Hmm.. Riweuh pastinya kalau membayangkan bagaimana akhwat-dengan segombreng atributnya-packing. Emang iya sih. Aku sendiri menjadikan kegiatan packing itu sebagai ‘tantangan’ yang mengasyikkan. Pengennya semua barang yang sekiranya dibutuhkan –bahkan juga worst case– saat perjalanan nanti udah siap di backpack kita. Tapi kan ga mungkin juga dibawa semua. Nah, disinilah seninya packing. Bagaimana kita bisa memenuhi prinsip “Minimum weight, minimum space, maximum utility”.

 

Jangan husnudzan dulu, Aku sendiri bukanlah orang yang mahir packing. Di ekspedisi ke Semeru kemarin bawaanku paling banyak dari akhwat lain. “Mo kemana neng…?”. Padahal itu juga udah dibongkar-muat 3 kali. Dikurang-kurangin yang terlalu “mewah”, dibuang-buangin kemasannya, diinjek-injek biar padat..Akhirnya harus dibantu packing lagi biar ringkes.

 

Memang aku bawa apa aja sih? Ini list bawaanku untuk ekspedisi alam bebas, ditambah dengan browsing sana-sini, dan sharing-sharing dengan yang udah pengalaman.

 

  1. Pakaian lapangan. Pakaian yang khusus dipakai saat ekspedisi (termasuk bergo, kaos kaki dan manset). Tidak perlu ganti baju lapangan setiap hari. Cukup ganti pakaian kering dan bersih saat hendak tidur, untuk menghindari hipotermia.
  2. Bergo ganti. Walaupun aku sendiri menghindari memakai bergo keluar rumah, tapi saat ekspedisi, lupakan pakai jilbab persegi! Pakai yang praktis aja. Yang warna gelap ya, biar ga keliatan dekil.
  3. Matras dan sleeping bag. Kalau mau ringkes daripada mengeliminir matras, katanya lebih baik mengeluarkan sleeping bag (tapi khusus untuk tempat yang tidak temperaturnya tidak rendah-rendah amat). Karena matras bisa jadi isolator yang baik antara tubuh dengan bumi, sehingga panas tubuh tidak ‘diserap’ bumi. Sedangkan sleeping bag masih bisa digantikan dengan ‘sarung bag’, plus trash bag untuk antisipasi hujan.
  4. Selain sepatu tracking/sandal gunung yang nyaman, bawa juga sandal jepit. Untuk merilekskan kaki saat tidak berjalan.
  5. Raincoat atau ponco. Raincoat lebih nyaman, ga ribet kayak ponco, tapi otomatis mesti bawa bag cover juga. Kalau ga ada bag cover, bisa pake trash bag juga kok.
  6. Mukena dan sajadah kecil. Atau bawa saja kaos kaki dan manset khusus untuk sholat. Sajadah itu penting, untuk kenyamanan saat sujud di alam bebas.
  7. Alat-alat mandi. Bawa alat-alat mandi dan handuk dengan kemasan yang kecil. Pindahkan sabun cair ke tempat yang lebih kecil. Lumayan juga untuk bawa mouthwash sachet. Hati-hati terkadang ada lokasi dimana segala hal yang menghasilkan sabun tidak diperkenankan untuk dibawa (terutama untuk wilayah cagar alam), dan harus ‘dititipkan’ di pos jaga.
  8. Tisu basah, tisu gulung. Untuk buang air dan bersih-bersih. Juga untuk mengelap alat makan setelah dipakai.
  9. Sarung. Bisa multifungsi. Untuk sholat, jelas.. Untuk kemulan kalau dingin, dan bisa juga untuk WC portable.
  10. Head lamp untuk perjalanan malam sangat membantu, kalau tidak ada, pakai senter kecil juga tidak masalah. Enaknya jadi akhawat, senter bisa diselipkan di jilbab dan berfungsi sebagai ‘ear lamp’ hehe. Jangan lupa spare baterai. Kalau ada, bawa senter ‘genjot’ untuk cadangan bila baterai habis.
  11. Tas kecil untuk membawa barang-barang emergency yang diperlukan saat perjalanan. Masukkan juga madu/permen, senter, camera digital, pisau lipat, pulpen, slayer dan tisu ke dalamnya.
  12. Obat-obatan standar. Misalnya minyak kayu putih, norit, hand sanitizer, sunblock, band-aid.
  13. Pisau lipat
  14. Nasting, gelas, dan sendok
  15. Sediakan selalu kantong plastik yang agak besar (untuk baju basah)

 

Susun barang-barang tersebut di carrier dengan memanfaatkan semua space yang ada

  • Semua item sebaiknya dikemas lagi masing-masing dengan kantong plastik. Selain untuk berjaga-jaga dari hujan, juga memudahkan penyusunan kembali saat packing ulang, barang-barang tidak berantakan.
  • Masukkan terlebih dahulu matras, melapisi carrier dan membentuknya seperti tong sehingga bawaan dapat disusun lebih rapih.
  • Kemudian masukkan sleeping bag, baju bersih, logistik dan lain-lain
  • Pastikan bawa plastik-plastik kecil (baiknya yang transparan) untuk tempat barang-barang elektronik seperti HP, camera digital, jam tangan, dll.
  • Packing yang baik adalah carrier dapat ‘berdiri’ tanpa sandaran. Artinya carrier sudah seimbang. Kalau belum, ayo..packing lagi..
  • Berat carrier maksimal adalah 1/3 dari berat badan kita.
  • Saat membawa carrier, bagian bawah carrier ada di atas pinggang kita. Sehingga beban berpusat pada punggung. Kancingkan tali pinggang carrier kita untuk membuat carrier mantap di posisi saat perjalan, sehingga tidak membuat punggung cepat lelah.

 

 

Referensi :

 

 

Filed under: Journey

Rencana perjalanan : Backpacking ke Pulau Sempu

segar_anak_p_-sempu.jpg

Sendang Biru

 

  • Bisa nginep disini, banyak penginapan. bisa beli ikan bakar dari nelayan
  • Baiknya nyebrang kalo pagi atau ore (sebelum jam 16.00). Tapi kalau ga mau bayar uang retribusi, nyebrangnya malam aja, sekitar jam 21.00.
  • Lapor dulu ke pos petugas Cagar Alam, sebelum berangkat ke Pulau Sempu
  • KEBANYAKAN rombongan wisatawan memilih bermalam di Sendangbiru atau jika ingin berpetualang dengan treking malam hari sekitar satu jam (jalan santai) bisa menyeberang ke Pulau Sempu sebelum pukul 23.00. Menurut seorang rekan, treking pada malam hari itu mengasyikkan, karena begitu sampai di sebuah telaga rombongan bisa beristirahat beratapkan bintang atau membuka tenda.

Menuju ke P. Sempuh bisa melalui :

  1. Waru-waru, bila ingin ke Telaga Sat atau Telaga Lele (satu-satunya sumber air tawar dan biasa dijadikan tempat berkemah) sekitar 1,5 jam
  2. Teluk Semut, bila ingin ke Segara Anakan

 

 

Telaga Lele

 

Selama perjalanan ke Tegal Lele kita akan menikmati lebatnya hutan belantara dan suara-suara binatang liar yang masih sering dijumpai di pulau ini. Berdasarkan kriteria iklim, fisioknomi (struktur hutan), perbedaan habitat, terutama tanah dan letak tinggi, formasi hutan di Cagar Alam. Pulau Sempu dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe vegetasi, yaitu tipe vegetasi hutan pantai, tipe vegetasi hutan mangrove, dan tipe vegetasi hutan tropika dataran rendah. Tipe vegetasi hutan pantai terutama diwakili oleh Baringtonia asiatica, nyamplung (Calophyllum inophyllum), waru laut (Hibiscus tiliaceus). Sedangkan jenis vegetasi hutan tropika dataran rendah yang umum dijumpai di daerah pedalaman antara lain bendo (Arthocarpus elasticus), triwulan (Mischocarpus sundaicus), dan Buchaina arborescens.


Fauna khas Asia yang masih banyak dijumpai di daerah Cagar Alam Pulau Sempu ini antara lain babi hutan (Sus sp), kera abu-abu (Macaca fascicuslaris), dan kijang (Muntiacus muntjak). Sementara itu, dalam kawasan ini terdapat berbagai jenis burung di antaranya burung rangkok (Buceros undulatus), serigunting (Dicrurus macrocerus), dan wallet (Callocalia sp).


Setelah menempuh sekitar satu setengah jam perjalanan akhirnya kami tiba di Telaga Lele. Suasana tenang dan damai sangat terasa sewaktu kami tiba Telaga dengan luas areal lebih kurang dua hektar itu dikelilingi oleh hutan yang cukup lebat dengan keanekaragaman pepohonan berukuran besar. Keadaan demikian membuat suasana di sekitar danau tersebut terasa alami. Sesuai dengan namanya, telaga ini banyak terdapat ikan lele di mana menurut kepercayaan penduduk setempat ikan tersebut dapat mendatangkan malapetaka pada orang yang sengaja menangkap dan membawanya pulang. Panorama lain yang juga ikut mewarnai keindahan Telaga Lele adalah terlihatnya kera abu-abu dan kera hitam serta beraneka burung-burung yang selalu berkicau sepanjang hari.

 

 

Telaga Sat


Matahari pagi mulai terbit dari ufuk timur dan burung-burung pun bernyanyi di antara dedaunan pepohonan, para penghuni hutan pun mulai tampak seperti kera abu-abu yang berkejar-kejaran di atas pepohonan untuk mencari makan. Rencana perjalanan hari ini kami akan menuju ke Pasir Panjang dan setelah mempersiapkan segala sesuatunya kami langsung menuju ke Pasir Panjang. Sepanjang perjalanan kita akan melewati hutan tropis dataran yang tidak jauh berbeda dengan perjalanan dari Waru-waru ke Telaga Lele, beberapa saat kemudian kami tiba di Telaga Sat (telaga kering).


Telaga Sat adalah telaga yang pada musim kering hampir tidak memiliki air sama sekali dan pada musim penghujan kita akan melihat telaga yang luasnya dua kali dari Telaga Lele dan banyak terdapat ikan lele di dalamnya. Pada musim penghujan tempat ini sering terdapat berbagai jenis binatang seperti belibis, kijang, macan, dan berbagai macam jenis burung.


Pada saat kami tiba di Telaga Sat, air menutupi lembah dan kami harus menyeberangi telaga ini untuk sampai ke seberang. Sebenarnya kita dapat melewatinya tanpa harus berbasah-basah dengan menyisiri bukit, tapi kami memutuskan untuk melewatinya dengan menyeberang biar ada nilai petualangannya. Berjalan di air setinggi dada dengan membawa beban/ransel di atas kepala sangatlah melelahkan namun mengasyikkan. Kami bergerak perlahan-lahan di air. Sesekali terlihat ikan lele di permukaan air dan terkadang melewati kaki kami, hampir 30 menit lamanya untuk sampai ke tepian.

Pantai Kembar dan Pasir Panjang


Setelah dari Telaga Sat perjalanan dilanjutkan menuju ke Pantai Kembar. Deburan ombak Samudera Indonesia dan bukit-bukit karang yang berdinding terjal dengan ketinggian 25-50 meter juga hamparan pasir putih dan hijaunya ilalang menambah keindahannya. Perjalanan kami lanjutkan menuju Pasir Panjang dengan melewati beberapa bukit. Setelah melewati sekitar lima bukit, kami tiba di Pasir Panjang. Hamparan pasir putih yang panjangnya lebih kurang 1.000 meter dan hutan pantai sebagai latarnya seakan menghapus segala kepenatan kami. Keganasan ombak Samudera Indonesia merupakan sebuah pertunjukan yang spektakuler dan menjadi tontonan yang menarik.

Keindahan lain dari Pulau Sempu ini adalah Pantai Pasir Putih. Pantai ini terletak di bagian utara pulau dan merupakan daerah terbuka yang jauh dari pengaruh sungai/air tawar, bentuknya berupa hamparan pasir putih kekuning-kuningan dengan air lautnya yang jernih sehingga cukup menarik bagi wisatawan. Di tempat ini kita dapat melakukan berbagai macam kegiatan antara lain berjemur, berenang, mengambil foto, bersampan, serta menikmati panorama alam lainnya. untuk mencapai Pantai Pasir Putih dapat ditempuh dengan menggunakan perahu motor selama lebih kurang 15 menit dari Pantai Sendang Biru atau berjalan kaki selama lebih kurang 20 menit dari teluk Waru-waru melalui jalan setapak.


Segara Anakan

 

Perjalanan lainnya kami menuju Segara Anakan yang merupakan danau air asin dengan luas areal lebih kurang empat hektar. Danau tersebut merupakan bagian dari laut yang menjorok ke darat melalui sebuah terowongan pada batu karang yang memisahkan danau tersebut dari Samudera Indonesia. Pada saat air pasang terowongan tersebut tidak kelihatan sehingga tampak sebagai sebuah danau. Adapun keindahan lain dari Segara Anakan ini adalah berupa bukit-bukit yang mengitari hampir seluruh sisi danau. Pada sisi lain di bagian timur terdapat hamparan pasir putih yang cukup luas membentang dari utara ke selatan hingga mencapai punggung bukit karang di pantai selatan.

Selain keindahan pantai dan hutannya, di Pulau Sempu ini juga terdapat goa alam “air tawar” berjarak lebih kurang 25 meter dari garis pantai teluk sumber air tawar dan pada ketinggian 25 meter. Panjang goa sekitar 5-20 meter dengan bagian yang lebar tiga-lima meter berlantai kering. Goa ini sering dijadikan tempat semedi dan bertapa oleh masyarakat setempat. Goa lainnya yang ditemukan adalah goa laut bagian timur, tenggara, dan selatan Cagar Alam Pulau Sempu dengan medan topografi berat dan berdinding terjal sehingga pengunjung umum sulit mencapai lokasi goa tersebut.
Sebenarnya masih banyak potensi wisata yang menarik yang terdapat di Pulau Sempu ini seperti keindahan terumbu karang yang ada, Akan tetapi, karena keterbatasan waktu, kami tak dapat mengeksplorasi lebih jauh lagi. Kendati demikian, dapat disimpulkan bahwa Pulau Sempu merupakan tempat yang cocok untuk menjadi tempat wisata dan riset ilmu pengetahuan.



TIPS untuk survival dan pleasure

 

· Karena di P.Sempu banyak sekali serangga, akan lebih nyaman bawa Anti-nyamuk lotion. Bisa juga kain kelambu. Murah kok, 4-5 meter Cuma 5rb. Trus nt disangkutin di pohon. (tapi kayaknya repot ya..)

· Minum Pil Kina/obat anti malaria, min 3 hari sebelum berangkat.. In case ada apa2..karena banyak nyamuk.

· Kalo mau lebih ringkes, ga usah bawa Sleeping bag juga gapapa, pake Sarung bag aja. Karena ga terlalu dingin. Tapi jangan lupa sediain Trash Bag, in case hujan. (tapi kayaknya kalo akhwat mah lebih aman dan nyaman dengan Sleeping Bag..)

· Pake kaos tangan panjang, UV-protection lotion,,panas bo! Oia, kacamata Ray-ban juga ok..

· Karena air tawar adalah source yang terbatas dan agak sulit ngambilnya, sebelum nyebrang dari Sendang Biru, bawa minimal 3Ltr/orang. Ini untuk konsumsi aja. Bersih-bersih mah ngambil di laut. Dan hindari menu meal yang ngabisin banyak air (missal : Indomie kuah, Sop)

· Disarankan membawa syrup/nutrisari/norit dan kondom. Kondom dapat berfungsi untuk tempat air (dalam keadaan urgent) dan bisa menampung sekitar 1 liter air, sedang norit untuk menetralisir racun dalam air, syrup/nutrisari sebagai penambah glukosa untuk stamina tubuh.

· Tebing2 di Pulau Sempu menetesakan air tawar murni yang berasal dari akar tanaman yg tumbuh diatasnya, bisa ditampung di botol Aqua (hati-hati dicuri kera).

· PAL ke 13 belok kiri (dari arah segara anakan) ada kubangan sumber air, biasanya hewan kecil2 berkumpul disitu untuk minum, air diendapkan dahulu beberapa saat sampai kotoran mengendap kemudian bisa direbus atau diminum langsung setelah di netralisir. Saat musim penghujan air berbau/berasa tanah.

· Botol Aqua besar yang kosong dapat dimanfaatkan menjadi pelampung tangan saat berenang di segara anakan di daerah yg agak dalam. Karena semakin ke tengah Kondisi Bawah laut semakin bagus, penuh dengan ratusan gerombolan ikan terbang kdang menabrak kaki2 kita saat mengayuh dan karang2 berwarna-warni (dengan 4 botol aqua bisa mengantarkan sampai menyeberang segara anakan dengan selamat)

· Kalo pingin hidup enak di Sempu peralatan ini musti wajib dibawa : senter/api trus ransum, obat, parang/pisau (buat buka jalan). Tiker (buat piknik kali..), jas hujan, kacamata renang (buat snorkeling), peralatan memasak (udah pinjem trangia dari Kang Pipin dong.. bawa spirtus ya–Ltg) dan makanan selain MIE INSTANT !! (gak sehat blasss).

 

Tulisan di atas disarikan dari :

 

· http://petawisata.blogspot.com/2005/05/pulau-sempu.html#c6432597290522694113

· http://www.dephut.go.id/informasi/propinsi/jatim/cagaralam_sempu.html

·http://portal.sabhawana.com/modules.php?op=modload&name=NS-Comments&file=index&sid=69&tid=18&mode=&order=&thold=

· http://mapala.net/archives/210

· Sharing dengan Kang Pipin @ McD simpang Dago, 22 Jan 2008

 

 

PULAU SEMPU….HERE WE COME….!!

segara-anakan.jpg

 

 

Filed under: Journey

Bunda Gaza

Lilypie Breastfeeding tickers

Archives

my read shelf:
Lintang Dwi's book recommendations, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists (read shelf)

Aku dan dia

Kidzsmile Foundation

AIMI Jabar

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

Yang silaturahim

  • 75,291 hits