Keluarga Alamanda

Icon

. cerita bunda . cerita keluarga mahayattika .

Gaza 5 bulan

Alhamdulilah, Gaza udah 5 bulan sekarang. Waktu ditimbang di bidan kemarin, BB Gaza 8,5 kg. Sekarang Gaza udah jago main-main tangan dan kaki. Sudah pintar ambil mainan yang ada di depan, kalo yang di samping masih belum keliatan. Udah jago juga oper-oper mainan dari tangan kanan ke tangan kiri. Gaza juga udah pinter nge-respon kalau namanya dipanggil, atau diajak ngomong ^.^

Tapi Gaza belum bisa balik lagi pas tengkurep.. masih berat. Merangkak juga belum bisa. Malah maunya berdiri aja _:(

Kesukaan Gaza sekarang adalah (di)baca(in) buku. Kalau lagi bosen, dikasih buku, pasti jadi antusias. Pengennya pegang bukunya sendiri. Balik halaman sendiri. Trus…hup..masuk mulut deh.. šŸ˜€

Gaza juga seneng banget ama yang namanya “Mandi”..seger-seger…Sampe-sampe kalau diangkat nangis.. :p

dan ngaca! …eheh..bakat narsis..
Kalo dihadapin ke kaca, mesti ketawa-ketawa gemes. Seneng kali ngeliat dirinya yang lucu.. hoho..

Gaza juga udah bisa main Cilukba..lho! Dan suka marah kalo ditinggal sendirian. Tapi sering juga malah asyik main dan teriak-teriak sendiri.

Gaza juga udah pinter mimik ASIP pake cupfeeder kalau ditinggal bunda kerja. Malah kadang mimiknya langsung dari gelas gede. Glek..glek..

Oia, Gaza juga udah bisa ditatur. Mulai toilet training sejak 4 bulan. Jadi, sekarang kalau bangun tidur, pipis dulu di kamar mandi..tuur…

Insya’ Allah, bulan depan Gaza mulai belajar mamam.. Yummm…

Filed under: Gaza,

Akikah

Alhamdulillah, ayah-bunda ada rizki jadi bisa langsung akikah Gaza. Diluar berbagai konflik kepentingan keluarga yang saking sayangnya sama Gaza, sesuai dengan syariat, akikah Gaza dilakukan 6 hari setelah hari lahirnya, yaitu Jum’at 23 Oktober 2009. Sederhana saja. Dengan bantuan ete Widya di Pariaman, akhirnya 2 ekor kambing dipotong jam 4 pagi dan langsung dimasak. Gulainya dinikmati para jama’ah jumatan di sana dan sebagian lagi dibagikan kepada masyarakat yang menjadi korban gempa. Subhanallah.. harapan ayah-bunda, sejak dini Gaza diajarkan untuk peduli dan berbagi kepada sekitarnya.

Rapat cari nama

Karena ditanyain terus sama tukang potong kambing :p, ada PR besar yang harus dikerjakan ayah-bunda sebelum hari Jumat jam 4 pagi : nama panjang Gaza! 2 kali ayah-bunda ‘syura’ malam-malam, bolak-balik daftar nama-nama bayi, jot-drop down opsi-opsi ribuan nama, akhirnya setelah mengeliminasi dan mengambil 2 opsi terbaik, ayahnya istikhoroh. Dan kami sepakat memberi Gaza sebuah nama yang juga merupakan do’a dari kami :

Muhammad Argaza Mahayattika

Muhammad adalah yang terpuji, yang dirahmati. Juga merupakan nama dari qudwah kita. Semoga Gaza bisa meneladani beliau yang menjadi kekasih Allah. Argaza dari Arga dan Gaza. Arga dari bahasa Jawa yang artinya Gunung. Berharap Gaza bisa menjadi pribadi yang kokoh, istiqomah layaknya gunung. Dan kebetulan ayah-bundanya juga seneng naik gunung :). Gaza, adalah nama yang ayah-bunda berikan sejak Gaza masih 1,5 bulan di kandungan. Diambil dari bahasa Ibrani yang artinya kuat. Harapan kami, Gaza menjadi anak yang kuat. Baik kuat jasmaninya, kuat ruhiyahnya, kuat wawasannya, kuat karakternya dan kuat juga finansialnya dong.. Sedangkan Mahayattika adalah ‘family name’ dari ayahnya. Yang artinya, tanya ayah aja ya :p

Akikah di Kaum

Alhamdulillah, akhirnya keinginan mbahnya untuk meng-akikahkan Gaza terlaksana juga. Setelah acara ulang tahun mbah uyut dan tante Frida di Bilabong, Gaza melakukan perjalanan jauh pertamanya ke Kaum. Di jalan, Gaza diem aja. Enak kali diayun-ayun di mobil.

Prosesi akikahnya ikutin adatnya Kaum, atau Indramayu?? ga tau lah. Pokoknya setelah tahlilan yang dipimpin Mbah Iya, sambil diiringin shalawat, Gaza di’edarin’ ke para sesepuh untuk dipotong rambutnya dan dibacain doa.

Walimatul Akikah Gaza rameee.. banget! udah kayak orang kawinan. Semua keluarga dateng. Maklum, cucu pertama, cicit pertama, dan canggah pertama. Mbah-mbah dari Karangketas udah sampe dari malemnya. Besoknya, keluarga dari bunda juga pada dateng, tapi sayang kesiangan, jadi ga ikutan motong rambut Gaza.

Alhamdulillah, Gaza jadi banyak yang doain.

Filed under: Journal,

Muhammad Argaza Mahayattika

Muhammad Argaza MahayattikaAssalamu’alaykum…

Perkenalkan, namaku Gaza seperti yang Ayah Bunda panggil sejak aku 1,5 bulan di kandungan. Nama lengkapku Muhammad Argaza Mahayattika. Pada pukul 22.16 hari Sabtu, 17 Oktober 2009 aku menyapa dunia dengan tangisku. Aku putra pertama dari Ayah Idzma Mahayattika dan Bunda Lintang Dwi Febridiani yang dilahirkan di RS Hermina Bogor. Bunda dibantu oleh dr. Garini untuk melahirkanku. Dan dr. Indra yang menjadi Dokter Spesialis Anak-ku. Berat Badanku saat lahir adalah 3, 385 kg, dan panjangku 51 cm. Golongan darahku O, seperti bundaku.

Doakan aku agar menjadi anak sholih yang dapat memberi kontribusi positif untuk masyarakat yaa..

Filed under: Journal,

Nasehat Lukman untuk Gaza

Kemarin malem, abis sholat isya jama’ah sama Aa, akhirnya terwujud juga keinginan untuk bacain Gaza surat Lukman. Walau dengan mata yang lengket ngantuk abis, surat Lukman itu didendangkan Aa untuk Gaza. Lengkap dengan cerita nya.. Mengharukan.. :’)

“(13) Dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezhaliman yang besar.

(14) dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah bertambah-tambah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

(15) Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

(16) (Lukman berkata) ‘Wahai anakku! sungguh jika ada (suatu perbuatan) seberat bijih sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah maha halus, maha teliti.

(17) Wahai anakku! Laksanakanlah sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang munkar dan berasbarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.

(18) Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

(19) dan sederhanakanlah dalam berjalan, dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Semoga apa yang dipesankan Lukman AS untuk putranya, kelak ditaati Gaza..

Jadi anak yang Sholeh ya nak..

Filed under: Journal,

Positive Thinking

Gimana perasaannya mo melahirkan?

Gimana ya? Ga gimana-gimana.. biasa aja kok! šŸ™‚ Emang sih.. di awal, aku merasa takut, khawatir menjelang hari persalinan.. Tapi alhamdulillah, sudah bisa berpositif thinking untuk meredam semua kekhawatiran tersebut, termasuk antisipasi menghadapi segala hal yang terburuk. Suka self-discussion dalam hati untuk membangun pikiran yang positif, yang emang diperlukan untuk membuat kondisi tetap tenang, aman terkendali šŸ™‚

Sebenarnya, apa sih yang membuatku takut? Takut sakit? Kalo kata Bidan Juju,Ā  “Melahirkan pasti sakit..dan memang harus sakit. Kalaupun ga sakit, akan dirangsang untuk jadi sakit”. Jadi aku emang harus siap untuk menghadapi rasa sakit itu. Dan melahirkan adalah proses alami, fitrah. Wanita fitrahnya punya rahim, bisa hamil, maka sudah disiapkan juga untuk bisa melahirkan! Sudah jutaan ibu di dunia ini yang selamat melahirkan bayinya, walau katanya, sakitnya antara hidup dan mati! Tapi nyatanya, ga pada kapok melahirkan sampai-sampai anaknya berderet šŸ˜€

Tapi sakitnya sakit banget lho!

Iya, pasti sakit banget. Walau belum kebayang seperti apa “sakit banget” itu.. Tapi ada satu hal yang menenangkanku, bahwa Allah akan menggugurkan dosa orang yang sakit jika dia ikhlas menjalaninya, walaupun itu hanya tertusuk duri! Nah, apalagi untuk seorang ibu yang melahirkan. Setiap rasa nyeri dalam proses persalinannya, akan dihapuskan dosa-dosanya yang lalu.. InsyaAllah..

Kalaupun Sang Ibu sakit hingga tak tertahankan, dan dia tak sanggup bertahanpun, Allah telah menjanjikan syurga bagi sang Ibu, dan mencatatkan ikhtiarnya sebagai jihad. Jadi, inilah salah satu jalan Jihadku.. Subhanallah.. Janji Allah itu benar-benar menenangkanku, dan membuatku lebih percaya diri untuk menghadapi persalinan.

Trus, gimana jika terjadi apa-apa pada Gaza? Gimana kalo ada anggota badannya yang ga sempurna, gimana kalo ada apa-apa dengan kesehatannya? gimana kalo ada komplikasi?

InsyaAllah Gaza sehat! Harus yakin, Allah sesuai persangkaan hambanya; Law of attraction; the secret; quantum ikhlas, dll. Pemeriksaan USG terakhir, semuanya normal, insyaAllah sehat.

Tapi… seandainya pun ada sesuatu yang kurang, maka itu adalah ketetapanNYa, yang merupakan ujian/tantangan bagi kami. Soal penyakit, pasti ada obatnya. Soal biaya, insyaAllah ada jalannya, rejekinya si anak. Dan anak sebenarnya adalah titipan DIA. Apapun yang Dia kehendaki terhadap anak kita, adalah kuasaNYA. Tinggal bagaimana kita ikhlas dan sabar menjalaninya, right?

Jadi kenapa harus takut?

InsyaAllah, aku akan berusaha sebaik mungkin. Untuk hasilnya, biar Allah yang tentukan. InsyaAllah aku ridho dengan segala ketetapanNYA..Ikhlas dengan segala kebaikan dan keburukannya..

Bismillah…

Filed under: Journal, ,

Belum lahiran juga?

Alhamdulillah.. masuk pekan ke 40 and everything is on the track!

Walaupun Bu Bidan Juju bilang ada kemungkinan lahirannya maju dari HPL (12 Oktober), ternyata hari yang ditunggu-tunggu belum juga dateng. Bikin H2C aja. Keluarga, temen-temen, udah pada nanyain : “Kapan lahirannya?” yaa, tandanya banyak yang sayang ma kami nih.. Tapi ayahnya jadi serba salah. Mo ninggalin, ngurusin gempa Padang, kerjaan, kuliah jadi ga tenang. Mau standby 24 jam juga ga betah, mati gaya di Bilabong šŸ™‚ Kalo udah gitu, bawaannya misuh-misuh aja, bolak-balik ga jelas. Palingan ngajakin jalan-jalan ke Botani Square, biar aku mau banyak-banyak jalan kaki sembari windows shopping (soalnya kalo keliling halaman, baru 2-3 puteran udah berasa banget ngos-ngosan :p )

Abis libur lebaran, langsung ambil hak cuti.. Seneng dan lega banget bisa “kabur” dari kantor. Dan dengan teganya ninggalin proyek penelitian yang ga maju-maju :pĀ  Ya, berfikir “profesioanal” aja. Karena aku ga dapet hak honor penelitian, ya artinya ga ada kewajiban juga atas penelitian yang tadinya jadi tanggung jawabku. Harus “bodo amat”! biar sekarang fokusku adalah melahirkan Gaza dengan sehat, selamat, sentosa dan sejahtera! šŸ˜€

Gaza 40 minggu

Terakhir cek waktu Gaza 34w ke dr.Wid (tapi waktu itu diganti sama dokter Yanti), alhamdulillah semuanya normal. Kepala Gaza udah “on position”, beratnya 2,7 -2,8 kg, air ketubannya baik, panggul bundanya cukup, tensi seperti biasa 110/70. InsyaAllah bisa lahiran normal lah.

Kepala Gaza udah mantep banget di panggul kata Bu Juju, mangkanya tadinya diperkirakan lahir lebih cepet. Ternyata masih betah di rahim bunda ya Nak? šŸ™‚ Gaza semakin nyambung kalo distimulus. Pas lagi diem, trus diajak ngobrol, tau-tau Gaza bergerak. I know that you can understand me šŸ™‚ Gaza masih suka gerak-gerak (pegel dan sempit ya di dalem sini?) yang bikin nyeri perut bawahku, apalagi kalo sambil jalan, bawaannya jadi pengen pee terus.

Sejak pekan-37, semakin sering kontraksi. Mengencang. Tapi belum mules-mules. Sebenernya mulesnya tuh kayak gimana sih?? Jangan-jangan sebenernya udah mules, tapi ga nyadar? :p

Makan..makan..makaaaan…!

Cek mingguan di bidan Juju. Beratku udah nambah 3 kgĀ  sejak 1 , 5 bulan dari USG terakhir, sekarang berat Gaza pasti udah lebih dari 3 kg. Ga usah gede-gede banget ya nak.. ntar susah keluarnya šŸ˜€ Tapi emang nafsu makan jadi nambah banget sebulan terakhir ini. Karena ga ada kerjaan di rumah selain nonton, tidur dan internetan. Kondisi di rumah juga mendukung, karena mama senantiasa menyediakan makanan-makanan bergizi yang siap santap tanpa aku harus repot nyari dan beli.. hehe, sedaaap..

Liat aja menu-list ku sebulan terakhir ini :

  • Sarapan : segelas klorofil, omega-3, susu bumil, sari kacang hijau.. ditambah “breakfast-appetizer” seperti roti, kue kering lebaran ato makanan sisa semalem.. baru deh ke “main-breakfast”nya : nasi goreng/bubur ayam.
  • Dhuha-break : Jam 10-11 biasanya udah laper lagiii.. nyari-nyari sasaran ke dapur. Masih ada sisa sarapan, sikaat! makan siang udah mateng, hajaar! ato nemu es buah/jus di kulkas, tebasss!! šŸ˜€
  • Lunch : ini baru makan siang beneran, dengan porsi 1,5 kali lebih banyak dari biasanya!
  • Ashar : Mulai gelisah lagi karena laper. Buka-bukain lemari dapur, memonopoli topless-topless kue kering, atau jus buah dan air kelapa yang segeer..
  • Makan malem : sama seperti makan siangnya, 1,5 porsi lebih banyak dari biasa šŸ˜€

Ditambah lagi aktifitas fisik yang minim, no wonder beratku nambah 1kg tiap pekannya.. ^.^

Filed under: Journal, ,

Bunda Gaza

Lilypie Breastfeeding tickers

Archives

my read shelf:
Lintang Dwi's book recommendations, favorite quotes, book clubs, book trivia, book lists (read shelf)

Aku dan dia

Kidzsmile Foundation

AIMI Jabar

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 9 other followers

Yang silaturahim

  • 72,203 hits